[ReRe] Warung Tante Giok Cu
Gg. Mahmud, Pamoyanan, seberang Pasar Pamoyanan belok kiri gang pertama
Status: selain bakmoy, halal.
Warung Gang Mahmud ini menyimpan banyak kenangan untuk saya. Sejak SMP, saya sering kesana bersama teman-teman yang memang hobi nongkrong disini. Bukan cuma saya, rupanya Yohan juga sering mangkal disana. Kalau saya mencari lotek, dia sih katanya ngecengin siswi BPK yang sering mangkal disitu!
Warung ini tanpa nama, meskipun sudah lama dan cukup terkenal. Pemiliknya bernama Tante Giok Cu, sehingga warung ini diberi nama Warung Tante Cu. Ciri khas warung ini adalah postur Tante Giok Cu yang tambun dengan tangannya yang besar, memegang ulekan raksasa dan mengulek bumbu di cobek yang juga berukuran extra besar! Menu yang tersedia semuanya andalan dan rasanya top: nasi bakmoy, nasi lengko, lotek, dan rujak.
Lotek yang dikenal di Bandung sama dengan gado-gado yang dikenal di Jakarta. Di Bandung, yang disebut gado-gado adalah irisan kentang, tahu, telur, dan toge, semuanya direbus kemudian disiram bumbu kacang di atasnya. Nasi lengko sebenarnya khas Cirebon, yaitu nasi dengan kerupuk, potongan tempe dan tahu, toge, kemudian dibubuhi bumbu kacang dan kecap. Rujak seperti biasa adalah potongan buah yang diberi bumbu manis-asin-pedas. Yang terakhir, nasi bakmoy favorit saya, adalah nasi dengan kuah kaldu dan potongan daging dan tahu. Kuahnya berwarna coklat dari kecap, dagingnya bisa dari babi atau sapi. Yang di Tante Cu dari daging babi, tapi bakmoy halal bisa ditemui di Restoran Lumpia Semarang di Jl. Badaksinga, Bandung.
Ketika Minggu lalu berkunjung kesana, saya memesan rujak dan nasi bakmoy. Oh ya, di depan Tante Cu juga mangkal tukang tahu gejrot yang lumayan enak, saya juga memesan satu porsi untuk appetizer. Beberapa tahunya agak berbau hangus, tapi lumayan rasanya. Bumbunya yang encer dan asam-pedas lumayan pas racikannya, hanya menurut saya kurang pedas. Lain kali saya harus memesan ‚pedas sekali’. Nasi bakmoynya seperti biasa superb, menurut saya lebih gurih daripada yang di Lumpia Semarang maupun Depot Surabaya, Jakarta. Dihidangkan dalam piring dan sudah dicampur nasi dengan kuah berlebih, rasanya gurih dan enak. Sesudah nasi bakmoy tandas, berikutnya adalah rujak yang sengaja saya pesan hanya berisi jambu, bengkuang, nanas – sesuai tradisi sejak SMP. Bumbu rujaknya pas, rasanya gurih dan pedas dan pedasnya juga cukup merata, jadi ‚no surprises’. Saya akhirnya tidak memakan nanasnya karena asam sekali, tapi jambunya manis dan bengkuangnya segar sehingga pas di mulut. Mungkin saya sudah tidak objektif lagi karena faktor nostalgia (dan siswi2 SMA BPK yang hari itu lumayan banyak, hehe), tapi menurut saya selama ini Tante Cu berhasil mempertahankan kualitasnya!
Masalah harga, ini juga relatif tidak berubah dari sejak SMP: masih sangat murah. Tahu gejrot dibandrol Rp 3.000,-, sementara seporsi rujak, bakmoy, dan es the manis Cuma sekitar Rp 25.000,-. Yang juga khas dari Tante Cu adalah otaknya – beliau tidak pernah menggunakan kalkulator untuk menghitung. Cukup sebut saja yang Anda pesan, ia akan secara reflex menghitung semuanya dengan tepat! Still highly recommended after more than 10 years. Bravo Tante Cu!
Status: selain bakmoy, halal.
Warung Gang Mahmud ini menyimpan banyak kenangan untuk saya. Sejak SMP, saya sering kesana bersama teman-teman yang memang hobi nongkrong disini. Bukan cuma saya, rupanya Yohan juga sering mangkal disana. Kalau saya mencari lotek, dia sih katanya ngecengin siswi BPK yang sering mangkal disitu!
Warung ini tanpa nama, meskipun sudah lama dan cukup terkenal. Pemiliknya bernama Tante Giok Cu, sehingga warung ini diberi nama Warung Tante Cu. Ciri khas warung ini adalah postur Tante Giok Cu yang tambun dengan tangannya yang besar, memegang ulekan raksasa dan mengulek bumbu di cobek yang juga berukuran extra besar! Menu yang tersedia semuanya andalan dan rasanya top: nasi bakmoy, nasi lengko, lotek, dan rujak.
Lotek yang dikenal di Bandung sama dengan gado-gado yang dikenal di Jakarta. Di Bandung, yang disebut gado-gado adalah irisan kentang, tahu, telur, dan toge, semuanya direbus kemudian disiram bumbu kacang di atasnya. Nasi lengko sebenarnya khas Cirebon, yaitu nasi dengan kerupuk, potongan tempe dan tahu, toge, kemudian dibubuhi bumbu kacang dan kecap. Rujak seperti biasa adalah potongan buah yang diberi bumbu manis-asin-pedas. Yang terakhir, nasi bakmoy favorit saya, adalah nasi dengan kuah kaldu dan potongan daging dan tahu. Kuahnya berwarna coklat dari kecap, dagingnya bisa dari babi atau sapi. Yang di Tante Cu dari daging babi, tapi bakmoy halal bisa ditemui di Restoran Lumpia Semarang di Jl. Badaksinga, Bandung.
Ketika Minggu lalu berkunjung kesana, saya memesan rujak dan nasi bakmoy. Oh ya, di depan Tante Cu juga mangkal tukang tahu gejrot yang lumayan enak, saya juga memesan satu porsi untuk appetizer. Beberapa tahunya agak berbau hangus, tapi lumayan rasanya. Bumbunya yang encer dan asam-pedas lumayan pas racikannya, hanya menurut saya kurang pedas. Lain kali saya harus memesan ‚pedas sekali’. Nasi bakmoynya seperti biasa superb, menurut saya lebih gurih daripada yang di Lumpia Semarang maupun Depot Surabaya, Jakarta. Dihidangkan dalam piring dan sudah dicampur nasi dengan kuah berlebih, rasanya gurih dan enak. Sesudah nasi bakmoy tandas, berikutnya adalah rujak yang sengaja saya pesan hanya berisi jambu, bengkuang, nanas – sesuai tradisi sejak SMP. Bumbu rujaknya pas, rasanya gurih dan pedas dan pedasnya juga cukup merata, jadi ‚no surprises’. Saya akhirnya tidak memakan nanasnya karena asam sekali, tapi jambunya manis dan bengkuangnya segar sehingga pas di mulut. Mungkin saya sudah tidak objektif lagi karena faktor nostalgia (dan siswi2 SMA BPK yang hari itu lumayan banyak, hehe), tapi menurut saya selama ini Tante Cu berhasil mempertahankan kualitasnya!
Masalah harga, ini juga relatif tidak berubah dari sejak SMP: masih sangat murah. Tahu gejrot dibandrol Rp 3.000,-, sementara seporsi rujak, bakmoy, dan es the manis Cuma sekitar Rp 25.000,-. Yang juga khas dari Tante Cu adalah otaknya – beliau tidak pernah menggunakan kalkulator untuk menghitung. Cukup sebut saja yang Anda pesan, ia akan secara reflex menghitung semuanya dengan tepat! Still highly recommended after more than 10 years. Bravo Tante Cu!

2 Comments:
Apakah ini letaknya di Bandung?
haiii .. tulisannya bikin kangen nasi bakmoy gang mahmud ajaaa nihhh.. baby di perut gw jadi pengen nyicipin jugaa heheheh
Post a Comment
<< Home