Thursday, February 17, 2005

[ReRe] Pondok Ayam Kabita

[ReRe] Pondok Ayam Kabita
Jl. Otista Raya no. 8
Tel: (021) 8190983
Fax: (021) 8577969
Jl. Salemba Raya no. 34-36
Tel: (021) 3161641
Fax: (021) 3151542
Buka: 09.00 – 22.00
Status: Halal

Ayam lagi, ayam lagi! Begitulah gerutu saya dalam hati ketika teman kantor mengajak untuk makan malam di Pondok Kabita. Apalagi restonya di daerah Cawang, pasti macet luar biasa! Saya sudah menyiapkan kaki kiri untuk kerja ekstra keras menginjak kopling malam itu. Tetapi rupanya Dewi Fortuna (asli, bukan Anwar) sedang berpihak pada kami. Entah mengapa, Kamis malam itu, jalanan sepi luar biasa. Jam 19.00 kami sudah sampai di Pondok Kabita Jl. Otista, dari Karawang! RUARRR biasa….
Desain resto ini cukup sederhana, dengan dinding bambu dan meja kursi dari kayu. Desain ruangannya letter T, dengan ruangan memanjang di tengah. Dindingnya penuh dengan tempelan menu, pencahayaannya kurang baik sehingga kesannya remang-remang. Saya sudah siap-siap menerima kualitas ayam goreng yang so-so saja.
Ternyata, dugaan saya salah. Kami memesan satu ekor ayam bakar yang rasanya enak sekali, jarang sekali saya temui ayam bakar berkualitas seperti ini di Jakarta. Dagingnya empuk dan tidak alot, bumbunya pun ‘sedep’ dan gurih. Bumbunya ini yang tidak biasa, membuat rasa ayam secara keseluruhan menjadi khas. Kami juga memesan sate hati dan ampela, yang juga digoreng dengan pas sehingga tidak keras. So far so good, tetapi sayang karedoknya kurang cocok di lidah saya. Bumbunya terlalu halus dan manis, sehingga rasanya mirip lotek. Saya lebih suka karedok dengan gaya Sunda yang lebih kental, dengan bumbu kacang bertekstur agak kasar dan rasa yang tidak terlalu manis. Sayur asemnya juga ‘kurang asem’ – nampaknya lebih bergaya Jawa daripada Sunda. Tapi not bad juga kok, toh saya habiskan juga! Ah Harnaz, makanan apa sih yang nggak habis? Hehehe.
Harga yang ditawarkan menurut saya cukup reasonable. Satu ekor ayam bakar (ukuran sedang) dibandrol Rp 32.000,-, sayur asem Rp 5.000,-, dan karedok Rp 7.500,-. Kami juga memesan es kelapa kabita – es kelapa utuh yang diberi satu-dua buah leci. Ide yang bagus, tetapi lecinya kurang, bahkan ada teman yang tidak kebagian leci. Paling beruntung hanya kebagian 2 leci – jelas tidak terasa, tapi dibandrol Rp 8.000,-. Total kerusakan Rp 102.600,- untuk 3 orang. Verdict: recommended!

No comments: